Cahaya Bagi yang Mencintai
23.48
Siapakah cahaya itu?
Terangnya menyantuni setiap orang saat menatapnya
Lembut hatinya terpancar dari dewasa perangainya
Indah hatinya tersirat dari tatapan kedua mata beningnya
Kemuliaan akhlaqnya terlhat dari santun dan rendah hatinya
saat berbicara
Siapa
yang akan tahu nantinya kemuliaan hati akan luntur?
Siapa
yang dapat menebak, kapankah tenangnya jiwa akan hadir kembali ?
Bahkan
yang ingin dipijak tak ingin bersua,
Bahkan
yang dipilih berpijak memilih menjauh?
Salahkah tujuan do’a itu Ya Rabb?
Tersirat alamat untuknya yang diharap tetap istiqamah
Rapat telah ia bangun kuasa hati agar tak rapuh menatap
kelunturan imannya
Imannya, yang tak lagi dapat menguasai isi hatinya
Jiwa itu yang hanya ia inginkan,
Semburat tangisan yang tak terbukti luapan kata penantian
Teriakan kehilangan yang ia simpan dalam-dalam
Cukupkah menjadi saksi bahwa ini tak akan hanya jadi sebuah
impian?
Maka
izinkan ia pergi saat tak lagi pantas baginya untuk bersinggah disini
Saat
khawatirnya ia akan lunturnya iman karena terlalu lama memahami
Atas
berakhirnya waktu, atas ketidakpastian pula,
Dan
harapannya yang hancur tak ingin menatap kehancuran hati yang dicintainya
Engkau Yang Maha Mengetahui
Yang mana waktu itu adalah terbaik untuk sebuah perpisahan
Maka, hilangkan harapan tentangnya pula bekas yang tersisa
Adalah sebuah do’a suci untuk kebaikan hidupnya kelak,
Saat ia hanya berharap,
Bertemu dengan sebaik-baik keimanan yang telah Engkau
tentukan.
Nadiah Nur Lathifah
October 7 2013
1 komentar
maaf, jika jarak antar tulisan dan paragraf tidak rapi..
BalasHapus